Jerawat Dipencet Biar Cepat Hilang, Benarkah?
Jerawat dipencet agar cepat hilang merupakan kebiasaan yang masih sering dilakukan banyak orang. Ketika jerawat muncul di wajah, apalagi menjelang acara penting, rasanya sulit untuk menahan keinginan memencetnya. Banyak orang percaya bahwa mengeluarkan isi jerawat akan membuat benjolan lebih cepat kempis dan wajah kembali mulus.
Sayangnya, kenyataan tidak selalu seperti itu. Dalam banyak kasus, memencet jerawat justru dapat memperburuk kondisi kulit. Alih-alih sembuh lebih cepat, jerawat bisa menjadi semakin meradang, meninggalkan bekas, bahkan memicu munculnya jerawat baru di area sekitarnya.
Karena itu, penting untuk memahami apa yang sebenarnya terjadi ketika jerawat dipencet dan kapan tindakan tersebut justru dapat merugikan kulit. Dengan pemahaman yang tepat, Anda dapat merawat kulit berjerawat dengan cara yang lebih bijak dan aman.
Mengapa Jerawat Bisa Muncul?
Sebelum membahas lebih jauh tentang jerawat dipencet, kita perlu memahami terlebih dahulu bagaimana jerawat terbentuk.
Jerawat umumnya muncul ketika pori-pori tersumbat oleh minyak berlebih, sel kulit mati, dan kotoran. Sumbatan tersebut kemudian dapat memicu pertumbuhan bakteri sehingga menyebabkan peradangan.
Ada berbagai faktor yang dapat memicu munculnya jerawat, antara lain:
- Perubahan hormon.
- Produksi minyak berlebih.
- Faktor genetik.
- Stres.
- Kurang tidur.
- Penggunaan produk yang tidak sesuai.
- Penumpukan sel kulit mati.
- Kebiasaan menyentuh wajah terlalu sering.
Karena penyebabnya beragam, penanganan jerawat juga perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing orang.
Jerawat Dipencet Memang Bisa Membuatnya Kempis?
Banyak orang merasa jerawat terlihat lebih kecil setelah dipencet. Hal ini memang bisa terjadi karena sebagian isi jerawat berhasil dikeluarkan.
Namun, kondisi tersebut tidak selalu berarti jerawat benar-benar sembuh. Saat jerawat dipencet, tekanan yang diberikan dapat mendorong isi jerawat masuk lebih dalam ke lapisan kulit.
Akibatnya, peradangan bisa menjadi lebih parah dan proses penyembuhan justru memerlukan waktu lebih lama.
Selain itu, kulit yang mengalami tekanan berlebihan juga berisiko mengalami kerusakan jaringan. Oleh karena itu, jerawat yang tampak kempis setelah dipencet belum tentu akan sembuh lebih cepat.
Risiko Jerawat Dipencet dengan Tangan Sendiri
Memencet jerawat menggunakan tangan sendiri memiliki berbagai risiko, terutama jika dilakukan tanpa memperhatikan kebersihan.
Beberapa risiko yang dapat muncul antara lain:
- Jerawat menjadi lebih merah dan bengkak.
- Peradangan semakin parah.
- Muncul bekas kehitaman.
- Terbentuk jaringan parut atau bopeng.
- Menyebarkan bakteri ke area lain.
- Memperlambat proses penyembuhan.
Tangan yang tampak bersih belum tentu bebas dari bakteri. Ketika tangan menyentuh area jerawat, bakteri dapat berpindah ke kulit dan meningkatkan risiko infeksi.
Semakin sering jerawat dipencet, semakin besar pula kemungkinan munculnya bekas yang sulit dihilangkan.
Mengapa Jerawat Dipencet Bisa Meninggalkan Bekas?
Salah satu alasan utama mengapa memencet jerawat tidak dianjurkan adalah karena tindakan ini dapat meningkatkan risiko munculnya bekas jerawat.
Ketika kulit mengalami tekanan dan trauma akibat dipencet, lapisan kulit dapat mengalami kerusakan. Tubuh kemudian akan memperbaiki area tersebut melalui proses penyembuhan alami.
Namun, proses perbaikan tersebut tidak selalu berjalan sempurna. Akibatnya, kulit dapat meninggalkan bekas berupa:
- Noda kehitaman.
- Kemerahan pascajerawat.
- Bekas cekung atau bopeng.
- Tekstur kulit yang tidak merata.
Bekas jerawat sering kali membutuhkan waktu yang jauh lebih lama untuk memudar dibandingkan jerawat aktif itu sendiri.
Jenis Jerawat yang Sebaiknya Tidak Dipencet
Tidak semua jenis jerawat aman untuk disentuh atau dipencet.
Jerawat Meradang
Jerawat yang tampak merah, terasa nyeri, dan bengkak biasanya sedang mengalami peradangan aktif. Memencet jerawat jenis ini dapat memperburuk inflamasi.
Jerawat Batu
Jerawat batu terbentuk lebih dalam di bawah permukaan kulit. Memencet jerawat batu hampir tidak pernah memberikan hasil yang baik dan justru meningkatkan risiko terbentuknya bekas permanen.
Jerawat yang Belum Matang
Jerawat yang belum memiliki “mata” atau belum terlihat siap pecah sebaiknya tidak dipaksa untuk dikeluarkan. Tindakan tersebut dapat menyebabkan trauma pada jaringan kulit.
Kapan Jerawat Dipencet Bisa Dilakukan?
Secara umum, memencet jerawat sendiri di rumah tidak terlalu disarankan. Namun, dalam dunia dermatologi terdapat prosedur khusus yang dikenal sebagai acne extraction.
Prosedur ini dilakukan oleh tenaga profesional menggunakan alat steril dan teknik tertentu sehingga risiko terjadinya infeksi maupun bekas jerawat dapat diminimalkan.
Jika Anda merasa perlu melakukan ekstraksi jerawat, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter kulit atau tenaga profesional yang berpengalaman.
Dengan cara tersebut, proses pengeluaran isi jerawat dapat dilakukan dengan lebih aman.
Cara Merawat Jerawat Tanpa Dipencet
Daripada memencet jerawat, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk membantu mempercepat proses pemulihan kulit.
Gunakan Produk Sesuai Kebutuhan
Pilih produk yang memang diformulasikan untuk kulit berjerawat. Beberapa bahan aktif yang cukup populer antara lain salicylic acid, niacinamide, benzoyl peroxide, dan azelaic acid.
Gunakan Spot Treatment
Spot treatment dapat diaplikasikan langsung pada area jerawat untuk membantu mengurangi peradangan.
Hindari Menyentuh Wajah Terlalu Sering
Menyentuh wajah dengan tangan yang tidak bersih dapat memperburuk kondisi jerawat.
Jaga Kebersihan Wajah
Membersihkan wajah secara rutin membantu mengurangi penumpukan minyak dan kotoran yang dapat menyumbat pori-pori.
Menjaga Skin Barrier Saat Berjerawat
Banyak orang terlalu fokus mengeringkan jerawat hingga lupa menjaga kesehatan skin barrier.
Padahal, skin barrier merupakan lapisan pelindung alami kulit yang berfungsi menjaga kelembapan sekaligus melindungi kulit dari berbagai faktor eksternal.
Skin barrier yang terganggu dapat membuat kulit menjadi:
- Lebih sensitif.
- Mudah kemerahan.
- Terasa perih.
- Lebih rentan mengalami breakout.
Karena itu, penggunaan pelembap tetap penting meskipun kulit sedang berjerawat.
Peran Gaya Hidup terhadap Kondisi Jerawat
Selain skincare, gaya hidup juga memiliki pengaruh besar terhadap kondisi kulit.
Tidur yang Cukup
Kurang tidur dapat meningkatkan stres dan memengaruhi keseimbangan tubuh, termasuk kondisi kulit.
Mengelola Stres
Stres berkepanjangan dapat memicu munculnya jerawat pada sebagian orang.
Mengganti Sarung Bantal Secara Rutin
Sarung bantal yang jarang diganti dapat menjadi tempat menumpuknya minyak, debu, dan bakteri.
Menjaga Pola Makan Seimbang
Mengonsumsi makanan bergizi membantu menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan, termasuk kesehatan kulit.
Kesalahan yang Sering Dilakukan Saat Jerawat Dipencet
Selain memencet jerawat, ada beberapa kesalahan lain yang sering dilakukan bersamaan.
Beberapa di antaranya yaitu:
- Memencet jerawat berulang kali.
- Menggunakan tangan yang tidak bersih.
- Menggunakan terlalu banyak produk sekaligus.
- Menggosok wajah terlalu keras.
- Tidak menggunakan pelembap.
- Tidak memakai sunscreen.
Kebiasaan tersebut dapat memperlambat proses penyembuhan kulit.
Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter Kulit?
Jika jerawat terasa sangat nyeri, semakin parah, atau tidak kunjung membaik, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter kulit.
Jerawat yang berat memerlukan penanganan yang lebih spesifik agar tidak meninggalkan bekas permanen. Semakin cepat mendapatkan penanganan yang tepat, semakin besar peluang untuk menjaga kesehatan kulit.
Kesimpulan tentang Jerawat Dipencet
Jerawat dipencet agar cepat hilang ternyata bukan solusi terbaik. Meskipun jerawat terkadang tampak lebih kecil setelah dipencet, tindakan tersebut justru dapat meningkatkan risiko peradangan, infeksi, dan munculnya bekas jerawat.
Daripada memencet jerawat, lebih baik fokus pada perawatan yang tepat, menjaga kebersihan kulit, serta menggunakan produk sesuai kebutuhan. Dengan kesabaran dan perawatan yang konsisten, jerawat dapat membaik tanpa harus meninggalkan masalah baru pada kulit.